Lembaga Sensor Film

Ahmad Gaus AF, lahir di Tanggerang pada 10 Agustus 1968. Menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Komunikasi IISIP Jakarta jurusan Falsafah ICAS. Pernah bekerja sebagai Pimpinan Redaksi Penerbit Paramedina, Dosen Bahasa, Sastra dan Budaya Indonesia di Swiss German University, BSD-City, Tanggerang.  Selain menjadi dosen, Ahmad Gaus juga menulis beberapa buku diantaranya WriterPreneuship: Bisnis dan Idealisme di Dunia Penulisan, Api Islam: Biografi Guru Bangsa Nurcholish Madjid, Menjadi Indonesia, Filantropi dalam Masyarakat Islam dan masih ada beberapa buku sastra lainnya.

A.Sulkarnaen, lahir di Watampone, Sulawesi Selatan. Menuntaskan pendidikan S1 pada jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Hasanuddin, Makassar, dan pendidikan S2 pada Program Kajian Tradisi Lisan, Departemen Ilmu Susastra, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Menjadi salah satu relawan dan pendiri Rumah KaMu (Rumah Kaum Muda) Makassar. Bekerja pada Pusat Studi La Galigo, Pusat Kegiatan Penelitian Universitas Hasanuddin (2000-2008), dan Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Makassar (2006-2008). Sekarang sedang menyelesaikan pendidikan S3 di Departemen Ilmu Susastra, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Agung Irfan Rachmadi, lahir di Jakarta, 26 Juni 1989 dengan background pendidikan Akademi Telkom Jakarta. Agung pernah bekerja sebagai NOC/BOE (Broadcast Operation Center) Presentation and MCR PT. MNC Sky Vision (Indovision) Tbk. Beberapa kemampuan yang dimilikinya antara lain Monitoring Channel, QC Audio Video, Troubleshoot Channel, Block Channel Hak Siar, membuat running text dan grafix gangguan, record, playlist dan tapping materi.

Agus Adi Santoso, lahir di Semarang, 30 September 1982. Sebelumnya pernah bekerja sebagai Assistence Manager Marketing Suport PT Djawa Baru, Account Executive Corporate  Sinar Mas MSIG Life Asuransi, Corporate Account Executive Columbia Cash and Credit, dan Marketing and Public Relations Jirolu Production.

Agus Santoso, dikenal sebagai Agus Bing. Lahir di Surabaya 7 juli 1965. Pendidikan S1 dan S2  diselesaikan di ISI Yogyakarta sedangkan program doktoral (S3) Kajian Budaya diselesaikan di Universitas Padjadjaran Bandung. Pernah bekerja jadi pianis di beberapa hotel di Bali, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Menjadi wartawan seni budaya. Terlibat dalam pementasan musik: Solo City Jazz Festival (2009 dan 2012), World Jazz Festival (2009 dan 2010), Jazz on Bromo (2012) dan lainnya. Aktif penelitian dan menulis buku: Melihat Indonesia: Kronik Seni Pertunjukan Nusantara (2010,  ISBN: 978-602-8794-30-2) dan MeltingPot: Dinamika Budaya Nusantara (2010, ISBN:978-602-8794-31-2) Artikelnya dimuat diberbagai surat kabar: Kompas, Jawa pos, Kompas Jatim, Bali Pos, Radar Jogya. Kini tercatat sebagai dosen tetap Pascasarjana di Universitas Pasundan, Bandung.

Aini Masruroh, lahir di Pati pada 20 Agustus 1980. Menempuh pendidikan S1 di UIN Jakarta jurusan perbankan syariah. S2 di Universitas Muhamadiyah Jakarta jurusan Manajemen. Sekarang menjadi dosen di UNI Jakarta di fakultas ekonomi dan bisnis. Aini juga aktif di organisasi Ikatan Ahli Ekonomi Islam, sebagai anggota.

Albert Siahaan, lahir di Siborong-borong 12 Desember 1949. Mantan birokrat yang membidangi perfilman di Departemen Penerangan, Departemen Kebudayaan dan juga Departemen Pariwisata. Pernah menjadi anggota LSF Periode 2005 s.d 2008.

Albina Anggit Anggraeni, lahir di Semarang 17 Desember 1964. Pernah menjadi anggota LSF Periode 2009 s.d 2015. Masih aktif sebagai PNS di Kejaksaan Agung RI.

Amry, lahir di Sumatera Utara. Menjadi staff pengajar di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Ari Sapta, Lahir di Palembang, 5 Mei 1970. Berlatar belakang Teknik Kimia dari Universitas Negeri Sriwijaya Palembang. Bekerja di PT Mitracorp Footwear sebagai Development Staff tahun 1994 s.d 1995, PT Hagihara Wiharta Indonesia, sebagai Foreman Division Tubing tahun 1995 s.d 1996, dan terakhir di Sri Melamin Rezeki PT sebagai Shift Supervisor Operation dari tahun 2008 sampai dengan dilantik menjadi tenaga sensor film.

Budhi Rahmanto, lahir di Jakarta, Desember, 27 tahun yang lalu. Background pendidikan Polytechnic State of Jakarta, Electro Department. Pekerjaan sebelumnya adalah master control room di sebuah stasiun TV swasta digital satelit sebagai engineering.

Dhany Kurniawan, lahir di Jakarta, 25 Mei 1987. Background pendidikan di bidang Advertising (Periklanan). Profesi sebelumnya sebagai media analis di Awesometrics.

Eka Ramada Nancy, akrab disapa Indri, lahir di Jakarta 13 Maret 1992. Pengalaman kerja sebelum menjadi tenaga sensor adalah sebagai Staff Administrasi STP Bogor BHI, Food and Beverage Service Hotel Harris Sentul-Bogor, dan Staff Sekretaris LSF.

Feriz Rizki Aditya, lahir di Malang 4 Februari 1986 dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhamadiyah Malang. Pernah bekerja di Media Cetak Kompas Group wilayah jawa Timur. Feriz juga aktif dalam seni musik, tergabung dalam komunitas Malang Musik Bersatu (MMB) dan Indonesian Bass Family (IBF) Chapter Malang. Pengagas Rompok Bolong yaitu komunitas musik dan seni di Malang Raya. Selain aktif di bidang seni, Feriz juga hobi membaca, nonton film dan makan kuliner khas Jawa.

Fetrimen, lahir di Koto Berapak, 23 September 1977. Menyelesaikan S1 UNISMA jurusan Manajemen Pendidikan Islam, S2 Manajemen Pendidikan di UHAMKA dan S3  Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Pengalaman bekerja sebagai kepala sekolah, Dosen dan Wakil Dekan.

Hadi Artomo, lahir di Madiun, 14 Mei 1954. Pertama kali terjun ke film jadi juru kamera dalam “Kejamnya Ibu Tiri Tak Sekejam Ibu Kota (1981), penata suara dalam film Naga Bonar (1986) yang langsung meraih Piala Citra pada FFI 1987. Hadi juga menjadi penulis scenario dan produser film.  Hadi adalah salah satu anggota Badan Pertimbangan Perfilman Nasionl dan dosen filmologi di IKJ, UI, dan Universitas Tarumanagara. Dosen IKJ ini pernah meraih Piala Widya untuk Film Dokumenter Penerangan produksi TVRI Stasiun Pusat Jakarta, Lereng Tambora (FFI 1991).

Ira Diana, lahir di Curup 16 September 1982. Berlatar belakang Pendidikan Matematika yang juga menyukai seni. Pekerjaan sebelumnya, pendidik di pendidikan formal maupun non formal. Menjadi Juara 2 pada lomba guru berprestasi tingkat Nasional di Jakarta tahun 2015 yang lalu. Ira juga merupakan pendiri Komunitas Ayo Menulis Bengkulu (KAMB), dianugrahi sastrawan muda oleh Kedai Proses Taman Budaya Provinsi Bengkulu, Pengelola Jurnal Ilmiah bidang Pendidikan dan Teknologi ber-ISSN “Zurapu” dan aktif di seni musik sebagai Angel Indonesian Bass Family (IBF) Chapter Bengkulu. Menulis beberapa buku pengayaan SD, SMP, SMA dan juga buku-buku sastra antara lain: Novel, Naskah Drama, Puisi dan Cerpen.

Moch. Shofi F Isbach, lahir di Kendal, 20 Desember 1990. Lulusan IAIN Walisongo Semarang ini aktif di berbagai organisasi diantaranya pegiat Productions House IAIN Walisongo, Sekretaris BKM Makmur Pekauman Kendal, Bidang Sosial dan Keagamaan KARISMA Kendal, Anggota PAC GP Ansor dan Bendahara Umum Formaci Jawa Tengah.

Nurainy Hanifah, lahir di Klaten, 21 Oktober 1989. Latar belakang pendidikan broadcast. Sebelumnya bekerja di PT Bakrie Telecom sebagai Costumer Relation Officer, mix man di radio MS Tri FM. Pernah menulis skenario untuk PH Visi Perkasa dalam project BNN. Menjadi crew produksi film iklan dan palwa di PH Link.

Priyadi Endartha, lahir di Pekanbaru 13 Juni 1987. Priyadi dengan latar belakang pendidikan S1 Teknik Informatika dari Bina Nusantara University ini pernah bekerja sebagai IT Staff.

Purwadi, lahir di Madiun 20 Juli 1954. Menyelesaikan S1 di fakultas Hukum UGM dan S2 Manajemen. Tahun 1983 s.d 2000 menjadi PNS di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2000 s.d 2010 di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Pernah menjabat sebagai Kasubag perundang-undangan dan Kepala bagian Tatalaksana di Dirjen Kebudayaan, Depdikbud. Kasub ASDEP fasilitasi Produksi Film, Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Kepegawaian Dirjen Sejarah dan Purbakala,Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Rinovian Rais, lahir di Jakarta, 30 November 1965. Menempuh pendidikan S1 di Sekolah Manajemen Industri Indonesia, S2 di STIE IPWI Jakarta jurusan manajemen, dan S3 di Uiversitas Negeri Jakarta jurusan manajemen. Pengalaman kerja di staff khusus Direktur Utama PT Avanguard Veristek Jakarta, Tenaga Ahli Anggota DPR RI komisi VI dan VIII, Dosen di STIE Dr. Moechtar Talib Jakarta spesialisasi manajemen.

Rita Sri Hastuti, lahir di Jakarta, 13 November 1955. Lulusan S1 fakultas sastra UI jurusan sastra Indonesia pada tahun 1983, kemudian Rita mengambil Magister bidang ilmu komunikasi di IISIP tahun 2014. Rita aktif sebagai pemandu acara Budaya dan Film sejak 1980, menjadi penulis dan editor buku, pengajar jurnalistik media cetak di Mabes TNI, dan juga Dosen Bahasa Indonesia Jurnalistik serta Penyuntingan Materi dan Bahasa di Polteknik Negeri Jakarta. Rita, sangat berpengalaman di bidang jurnalis baik untuk media cetak, online, maupun radio. Beberapa jabatan di antaranya sebagai redaktur, reporter, wartawan, pimred, penulis, dan penyiar. Rita saat ini masih menjadi Redaktur Website Lembaga Sensor Film.

Slamet Tjiptadi, lahir di Rembang, 17 Desember 1958. Latar belakang pendidikan Administrasi Negara dari UNKRIS.  Bapak tiga anak ini sudah 36 tahun bekerja di Lembaga Sensor Film Republik Indonesia.

Soekendro, lahir di Blitar, 11 Agustus 1958 dengan latar belakang pendidikan akademi sinematografi. Bekerja sebagai freelancer di Film sebagai kamera operator dan kameraman. Bekerja di Surya Citra Televisi (SCTV) sebagai Program Director, Pengarah Acara dan Sutradara.  Program TV yang pernah dikerjakan Program Religius, Musik baik dalam maupun luar negeri dan Sport. Pernah menjadi Coach Tim Sepak Bola SCTV dengan prestasi yang cukup baik. Soekendro, menolak tawaran untuk menjadi manager coach tim sepak bola di Jember Utara karena tidak cocok dengan nama suporternya.

Subagio, lahir di Jakarta 14 Juni 1957. Menempuh pendidikan S1 di Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (UNTAG) Jakarta jurusan Administrasi Negara dan S2 di IPWIJA Jakarta jurusan Sumber Daya Manusia. Bekerja di Lembaga Sensor Film dari tahun 1978 s.d 2005, kemudian tahun 2005 s.d 2012 di Direktorat Perfilman Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Tahun 2012 s.d 2013 di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Suhartini, lahir di Meriendal, 28 Desember 1972. Merupakan aktivis perempuan dan anak di Medan. Suhartini, sebelumnya bekerja sebagai Direktur Eksekutif LSM Madya Insani sebuah lembaga yang bergerak di bidang anak dan perempuan. Suhartini juga aktif di dunia jurnalis, ia merupakan wartawan dan penulis lepas.

Suyanto, lahir di Pati, Jawa Tengah, Suyanto dengan latar belakang pendidikan Magister ini pernah menjadi anggota Lembaga Sensor Film Republik Indonesia dan juga anggota Polri. Suyanto yang hobby bertani ini, tercatat sebagai Dosen tetap di Sekolah Reserse Megomedung Bogor.

Triyani, lahir di Jakarta 30 Juni 1986, dengan latar belakang pendidikan Broadcasting. Di Jogya, menulis skrip untuk animasi, program TV, dokumenter di beberapa PH dan LSM. Beberapa kali juga terlibat sebagai pendamping untuk pelatihan produksi program TV di beberapa kampus dan LSM Perempuan.

Wayan Sudiksa, lahir di Bali Sadhar, 15 Juni 1966 dengan latar belakang pendidikan Ilmu Sosial dan Politik. Pernah bekerja di PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) Unit Usaha Pabrik Gula Bungamayang dan PT Bukit Asam Pelabuhan Tarahan Bandar lampung.  Wayan, menjabat anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2009 s.d 2014, anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Lampung di tahun yang sama. Menjadi Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Lampung tahun 2011 s.d 2014. Wayan juga aktif di berbagai organisasi di antaranya, Perhimpunan Pemuda Hindu ( Perada) sebagai wakil ketua dan bendahara, anggota Paruman Parisadha Hindu Dharma (PHDI), sekretaris group Antisipasi Cuaca Pawang Hujan, dan Ketua Perati Sentana Arya Kanuruhan (PSAK) Provinsi Lampung.

Yuanita Savutri, lahir di Jakarta, 20 Agustus 1988 dengan latar belakang pendidikan Penyiaran. Pernah bekerja sebagai assisten manager di PT Fast Food Indonesia. Masuk LSF dan menjadi tenaga sensor merupakan bidang yang sangat diminati oleh Yuanita.

Zara Andriani,  lahir di Jakarta 01 Februari 1990. Berlatar pendidikan di sarjana komunikasi dari Universitas Mercu Buana. Pernah bekerja di PT. Tira Austenite tbk sebagai sekretaris di devisi industrial product.***