Lembaga Sensor Film
header
Prosedur

Para pemilik film dipersilahkan menyensorkan film dan iklan film ke kantor Sekretariat LSF, Gedung Film, Lantai 6, Jl. M.T. Haryono Kav. 47-48, Jakarta. Film yang akan disensorkan disertai legalitas kepemilikan film dan atau resi surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengembangan Film.

 

Pelayanan Administrasi Penyensoran Film dan Iklan Film ditangai oleh Sub Bagian  Fasilitasi Proses Penyensoran.

Adapun alur prosesnya adalah sebagai berikut:

  • Pemohon (Stasiun TV, Production House, Instansi Pemerintah, Komunitas, dll) yang akan menyensorkan film dan atau iklan film mengambil nomor antrian permohonan sensor untuk film dan iklan film.

 

  • Pemohon  mengajukan permohonan sensor dengan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) melalui loket pendaftaran  (1) , dengan melampirkan dokumen-dokumen antara lain: Sinopsis, daftar crew, daftar permain, foto copy IUP (Izin Usaha Perfilman), surat keterangan dari BPOM dan surat izin edar berdasarkan Permenkes Nomor 76 Tahun 2013 (untuk iklan produk obat-obatan dan kosmetik).

 

  • Petugas pendaftaran menerima surat permohonan dan mengecek kelengkapan persyaratan permohonan sensor.

 

  • Setelah dicek kelengkapan persyaratan permohonan sensor tersebut, akan diverifikasi oleh Kepala Sub Bagian Fasilitasi Proses Penyensoran dan dinyatakan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan, kemudian surat tersebut akan dibubuhi paraf.

 

  • Petugas pendaftaran akan membuat Bukti Proses Sensor/ BKRV, kemudian akan ditandatangani oleh Kepala Sekretariat.

 

  • Surat Bukti Proses Sensor/ BKRV, akan diberikan kepada pemohon untuk melanjutkan ke loket pengukuran dengan terlebih dahulu mengambil nomor antrian.

 

  • Pemohon mengambil nomor antrian pengukuran. Lalu Pemohon menyampaikan dokumen (Bukti Proses Sensor/ BKRV dan materi sensor yang akan diukur) dengan nomor urut antrian, melalui loket pengukuran.

 

  • Setelah melakukan pengukuran materi sensor, pemohon akan melakukan pembayaran materi sesuai dengan durasi yang telah diukur oleh petugas pengukuran.

 

  • Petugas kasir akan menyerahkan kuitansi pembayaran kepada petugas pembuat Berita Acara Penyensoran (BAP).

 

  • Petugas pembuat BAP membuat Berita Acara Penyensoran, kemudian akan diserahkan kepada petugas penjadwalan sensor, setelah diverifikasi oleh Kepala Sub Bagian Fasilitasi Penyensoran.

 

  • Petugas penjadwalan sensor mendistribusikan BAP dan materi sensor ke ruang sensor.

 

  • Kelompok penyensor yang terdiri dari Anggota dan Tenaga Sensor melaksanakan proses penyensoran.

 

  • Ketua Tim sensor akan membuat keputusan hasil sensor yang dituliskan dan ditandatangani dalam BAP.

 

  • Setelah proses sensor dilakukan oleh kelompok penyensor dan dinyatakan lulus atau tidak lulus, selanjutnya petugas membuat STLS atau STTLS kemudian ditandatangani oleh Ketua LSF.

 

  • Materi yang lulus sensor dengan revisi akan dibuatkan pertelaan, yang selanjutnya diberikan kepada pemohon untuk dilakukan revisi materi sensor dan yang tidak lulus sensor akan diberikan Surat Tanda Tidak Lulus Sensor (STTLS).

 

  • Materi film dan atau iklan film yang direvisi, akan disensor ulang untuk mendapatkan STLS (Surat Tanda Lulus Sensor)

 

  • LSF juga membuka ruang dialog bagi para pemilik film untuk mendiskusikan film dan atau iklan film yang lulus dengan revisi (Proses dialog dan penyensoran ulang tidak dikenakan biaya apapun).