Lembaga Sensor Film
header
KUNJUNGAN LEMBAGA SENSOR FILM REPUBLIK INDONESIA  KE KOMISI PENYIARAN INDONESIA

Jakarta - Pasca pelantikan kepengurusan anggota baru, Lembaga Sensor Film (LSF) mengadakan pertemuan dengan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang digelar pada hari Rabu (1/7) di kantor KPI pusat. Pertemuan ini dilakukan secara luring sekaligus daring dikarenakan beberapa anggota perwakilan tidak dapat hadir ditempat secara langsung. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka menyambung tali silaturahmi dan memperkenalkan beberapa perwakilan anggota LSF RI periode baru agar kedepannya setiap irisan serta komisi dan bidang pada kedua belah pihak dapat bekerjasama langsung secara simultan. Rommy Fibri Hardiyanto sebagai Ketua LSF RI periode 2020 - 2024 turut hadir bersama para anggota dan sekretariat LSF untuk hadir dalam pertemuan tersebut.

Ketua LSF menyampaikan beberapa pernyataan penting yang dapat dijadikan pembahasan pada pertemuan ini. Pernyataan awal dimulai dengan pembahasan mengenai MOU bersama KPI yang mana terakhir disepakati pada tahun 2012 silam oleh kedua belah pihak. Pembaharuan pada MOU dirasa sangat diperlukan khususnya pada pembahasan mengenai tema yang sama dengan MOU sebelumnya dimana sifatnya lebih kepada pelimpahan dan pembantuan tugas untuk menyensor.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, “Teman-teman KPI antusias memperbaharui atau membuat MOU karena memang dari awal sudah disepakati bersama. Jadi sekarang bisa dibuat untuk MOU baru kemudian dibahas permasalahan teknisnya. Untuk bentuk MOU-nya dapat disusun secara umum saja tetapi melingkupi banyak hal, nantinya masing-masing bidang menyesuaikan dengan pelaksanaan teknisnya.”

Dalam pembahasannya, Ketua LSF menyinggung mengenai regulasi atas video on demand yang dalam bahasa lugasnya merujuk pada media digital. Kemudian, pembahasan terkait penguatan kerja sama pengawasan dan pemantauan isi siaran. Pihak LSF secara pribadi telah memiliki semua data hasil sensor yang tentunya dapat disesuaikan untuk dijadikan pembahasan bersama. Selain itu, pihak LSF memiliki keinginan tinggi untuk melakukan kolaborasi kerja sama program.

“Kami sangat terbuka luas untuk melakukan kolaborasi, tidak menutup kemungkinan jika dari poin-poin penting yang nanti akan disampaikan serta dibahas dapat dijadikan kerjasama dan terbentuk tim baru yang akan intens berkomunikasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembahasan pada hari ini,” ujar Rommy Fibri Hardianto menutup pertemuan tersebut.(*)

Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.